Tampilkan postingan dengan label Puilitik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puilitik. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Januari 2009

Demo Masyarakat Indonesia untuk Kemerdekaan Palestina



Demo Masyarakat Indonesia untuk Kemerdekaan Palestina

Kecam Agresi Israel, Kecam Diamnya Negara Arab


Jakarta, 5/1/2009

Sekitar 100 pemuda dari Masyarakat Indonesia Untuk Kemerdekaan Palestina mendatangi Keduataan Besar Saudi Arabia di Jalan MT Haryono Jakarta untuk menyampaikan protes terhadap sikap diam pemerintah Arab Saudi terhadap agresi militer Israel di Jalur Gaza, hari ini Senin, 5 Januari 2009. Sejumlah anggota organisasi Islam Al Irsyad, Garda Kemerdekaan, Kontras, Walhi, ICW, tampak dalam barisan pemrotes.

Para pemrotes berkumpul di halaman Kedubes Arab Saudi membawa bendera Palestina, poster dan spanduk bertuliskan : "Solidaritas Damai untuk Palestina - Hentikan Agresi Kemanusiaan". Sejumlah poster lain berbunyi : Stop Holocaust di Gaza, Saudi Budak Amerika, Putuskan Hubungan Dengan Israel, Raja Arab Takut Israel, Hentikan Tragedi Kemanusiaan, dan banyak lagi.

Sejumlah orator bergantian menyampaikan aspirasinya sembari menuntut peran aktif Kerajaan Arab Saudi sebagai negara Islam terbesar di kawasan Timur Tengah. "Arab Saudi jangan hanya kaya sendirian dan membiarkan bangsa Palestina dibombardir oleh tentara Israel. Lawan dong Israel. Raja Arab harus bertanggung jawab atas krisis di Gaza," ujar Ray Rangkuti.

Massa menyambut dengan teriakan "Allahu Akbar" dan "Raja Arab Pengecut".

Dalam orasinya, Ketua Kontras Usman Hamid mengatakan, "Israel bukan saja harus bertanggung jawab atas tragedi kemanusiaan tapi juga telah melanggar hukum humanitarian internasional dimana warga sipil non-combatan tidak boleh menjadi sasaran perang. Israel patut dikecam, dan negara2 Arab juga harus dikritik karena membiarkan bangsa Palestina menjadi korban."

Orasi sempat terhenti saat Adzan Dzuhur bergema.

Setelah satu jam, tiga orang wakil pemrotes yang diterima pihak Kedutaan Arab Saudi keluar dengan wajah pesimis.

"Pihak kerajaan (Dubes Saudi) tampaknya sangat tidak suka dengan kedatangan kami. Officer yang
menerima kami bahkan tidak mau menyebutkan nama dan jabatannya," kata Chalid Muhammad, dalam keterangannya kepada para wartawan. "Tapi seluruh aspirasi teman2 sudah disampaikan,"sambung mantan Direktur Nasional Walhi Indonesia itu.

Sebagian pemrotes kemudian melanjutkan aksinya ke Kedubes Mesir di Teuku Umar, sebagian lagi bubar jalan. Lalu lintas di sekitar Kedubes Arab agak tersendat namun tetap lancar (***).


__._,_.___

Blog:
http://mediacare.blogspot.com

http://www.mediacare.biz

Malam Puisi Mengutuk Zionisme

Malam Puisi Mengutuk Zionisme

rakaat panjang yang kubangun,
menitipkan sepotong hati agar slalu suci.
ribuan bayonet memburu dada syahadatku
yang tegak mengusung dua kalimat suci.
bom waktu memburu kepala dzikirku yang
tengadah dalam do'a suci.
puluhan senjata angkara menyerbu seluruh
tubuhku yang setia memikul panjipanji suci,
dimana Tuhan menurunkan malaikatnya
pada jantung keimananku.

dalam dadaku, palestina menjadi cahaya.

Wida Sireum Hideung

WS Rendra, Yudi Krisnandi, Cici Tegal, Mediana Hutomo, Oki Asokawati, dan sederet nama tenar lainnya akan tampil dalam acara Malam Puisi Mengutuk Zionisme yang bertajuk “Our Heart For Palestine”, Kamis, 8 Januari 2009 di panggung terbuka, halaman depan Radio Republik Indonesia (RRI) Jakarta, Jl. Medan Merdeka Barat 4-5, Jakarta, mulai pukul 19.00 WIB.

Program yang diselenggarakan oleh Lembaga Amil Zakat Dompet Dhuafa (DD) ini merupakan bentuk dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina untuk memertahankan kedaulatannya yang terus menerus dirongrong Israel . Bantuan, doa dan dukungan bisa dilakukan dalam bentuk apapun, dan puisi bisa menjadi ajang ekpresi dan curahan perasaan kaum muslimin di Indonesia atas kekejaman Yahudi Israel .

Selain nama-nama di atas, masih dimungkinkan hadir tokoh-tokoh lain untuk menyumbangkan puisinya seperti DR. Din Syamsudin, Parni Hadi, Ismail Yusanto, termasuk para selebritis. Pada malam tersebut, sekaligus akan dilakukan penggalangan dana sebagai bukti nyata dukungan yang nantinya semua dana itu disatukan dengan yang sudah terkumpul sebelumnya.

Dompet Dhuafa, direncanakan mengirim tim relawan ke Jalur Gaza pekan ini dengan membawa bantuan sebesar Rp. 1 Milyar. Pengumpulan dana masih terus berlangsung tidak terbatas waktu, karena dana yang dibutuhkan sangat besar. Bantuan dari segenap kaum muslimin di seluruh dunia, termasuk Indonesia memang tidak boleh berhenti. Sebab hingga detik ini, Israel masih terus melancarkan serangannya dan tidak berhenti sampai hari ini. Anak-anak dipaksa menjadi yatim piatu seketika, sebagian lainnya terkapar dengan dada berlubang dan kepala hancur. Wanita-wanita meratapi jasad suami mereka, dan para ibu kehilangan putra-putrinya yang terhantam bom dan roket Israel . Sampai hari ini, langit Gaza masih berhias roket-roket Israel yang terus diluncurkan, asap hitam menutupi sebagian besar langit. Sedangkan tanah Jalur Gaza bau amis dan dipenuhi potongan tubuh manusia. Kekejaman ini akan terus berlanjut sampai batas waktu yang tak tentu.

Lebih dari 700 warga Palestina meninggal dan 3000 lainnya terluka sejak Israel melancarkan serangannya pada 27 Desember 2008. Penjajah itu memblokade semua akses masuk bagi misi kemanusiaan dan tak memberi izin siapapun membantu Palestina. Palestina benar-benar memerlukan bantuan, dukungan dan doa dari kita, ungkapkan ekspresi kecintaan Anda dengan menghadiri acara Malam Puisi Mengutuk Palestina.

Ciputat, 7 Januari 2009

Herman Budianto

GM Corporate Communication Dompet Dhuafa

0813 196 26630

http://www.dompetdh uafa.or.id